Thanks for your comin' !!!!

Yuk kita nulis yuk....
mau nulis di shoutbox??? ya monggooo tho...
mau nulis di komentar??? ya silahkannnn...enak tho...

Minggu, 17 Mei 2009

sebelum aq tidur

ini seperti mimpi buruk di mana aq bingung merangkai kata menjadi sebuah kalimat dan berlanjut jadi paragraf.aq sangat suka menulis.karena dg ini aq bisa meluapkan emosiq.iya! sengaja aq luapkan,tak ingin terlalu lama dlm otakku.karena itu sampah.dan sekarang aq mulai mengantuk

Sabtu, 16 Mei 2009

pernah merasakan kesendirian??ato bahkan sering?lalu apa yg kamu lakukan biar ga merasa kesepian? nonton tv,dvd,denger musik,ngenet(browsing,chatting&blogging),dan ngegame bisa jadi alternatif pilihan km.semua hal di atas bisa dilakukan asalkan ada fasilitas.lantas jika kita tak punya salah satu dr fasilitas itu apa yg bisa kita lakukan?MERENUNG.merenung akan mengantarkan kita pada refleksi diri.mengambil hikmah dr tiap bagian kehidupan yang kita jalani.merenung mungkin akan jd pilihan terakhir kita.walawpun pilihan terakhir,jangan remehkan kegiatan yg satu ini.

yakin usaha sampai

aq begitu menghargai sebuah kerja keras.bagi tiap orang kerja keras punya bentuk yg berbeda.begitu juga kerja keras bagiku.lalu pertanyaan yg muncul kemudian adalah "mengapa harus bekerja keras?".untuk mencapai tujuan,target,cita2 ato apapun yg berhubungan keinginan manusiawi.jika kita amati sehari-hari ada kalanya segelintir orang yg masih mempertanyakan(dalam arti meragukan) langkah kerja yg dilakukan baik oleh kita maupun orang lain.tak salah memang.anggap saja itu wujud perhatian mereka.walau kadang kala kritikan mereka lebih tajam dari pikiran2 buruk kita terhadap diri kita sendiri.untuk yang satu ini pikiran kita perlu kerja ekstra keras juga demi menghalau pikiran2 negatif yg menyerang kita.yakin usaha sampai!!!

pergi tuk kembali

ketika angin menghempas debu2 kepergianmu,aq kosongkan ruang hatiku.hanya karena tak ingin terisak di depanmu.dan sekarang dalam sepiku slalu teringat ucapmu "aku tak kan lama".entah mengapa aku yg dulunya tegar berdiri sekarang jadi kian rapuh.tanpa senyum pagimu aku hanya melewati keheningan malam dan dinginnya malam.kapan kau pulang?

Kamis, 07 Mei 2009

mimpi dicium pipi ama Ello

hehehe...dinihari tadi, aku masih tidur pulas. dan ternyata...aku dicium pipi ama si Ello, pas di pipi kanan. duuuhhh....jadi tersanjung. mau aku bales ciumannya tapi gak jadi. coz aku menjaga perasaan kekasihku. mas Ello, mas Ello, cakep dan manisss banget siih kamu. aku kan jadi salah tingkah dan.....dan.....dan....serba salaaaaaahhhh....

Senin, 23 Maret 2009

Keyakinan

Kita tak boleh mendahului takdir kita. Walaupun itu pikiran kita sekalipun. Kita seringkali putus asa dan mengklaim diri kita karena apa yang terjadi sekarang dan di masa lalu. Padahal semua itu bukanlah nasib mutlak kita. Kita masih bisa merubahnya. Setiap dari kita harus punya keyakinan. Orang lain hanya tahu yang terjadi di luar diri kita. Orang lain selalu menuntut ideal atas segala yang ada pada diri kita. Tanpa kita sadari, kita sendiri sering mengamati dan menilai serta mencari-cari sesuatu yang tidak ideal pada diri orang lain.
Orang lain hanya tahu apa yang ada di permukaan kita. Mereka tak akan pernah tahu pikiran-pikiran kita. Tak mungkin bisa menyelami perasaan dan apa yang di alami oleh jiwa kita. Mereka mudah saja menuntut kita supaya sesuai dengan pikiran-pikiran mereka.
“Jika kamu menginginkan sesuatu maka yakinlah, karena alam semesta dan isinya akan selalu mendukungmu”. Ungkapan ini diambil dari novel alchemist karya Paulo Coelho. Kata-kata indah ini mujarab demi mempertahankan keyakinan kita akan impian kita. Paling tidak di saat kita merasakan emosi yang tak stabil dan memerlukan dukungan ekstra cepat, kata-kata ini mampu memberikan percikan api semangat untuk kita.
Adakalanya ungkapan pedas yang datang pada kita punya pengaruh positif terhadap keyakinan kita. Ibarat pisau, semakin sering diasah akan semakin tajam. Tak ubahnya dengan keyakinan kita. Ketika dia dipertarungkan oleh pesimisme, sindiran, dan kata-kata yang menjatuhkan, tapi jika emosi kita dengan tangkas mengolah semua ini, maka semakin kuatlah keyakinan kita pada impian kita.

My Elizabeth Bag

Aku penyuka produk-produk Elizabeth. Coz terjangkau ama kocekku dan it’s good enough. Sudah cukup lama aku jadi pelanggan setia Elizabeth’s bags, shoes and sandals. But…Ini pertama kalinya aku beli tas buat kerja. Tapi setelah dilihat-lihat kayaknya tas yang satu ini gak cuma cocok buat kerja. Untuk jalan2 juga oke punya. Aku suka coklatnya yang tegas. Yang paling unik dari tas ini adalah bahan untuk kantong tas dan slempangan yang jauh dari kesan monoton. Alias gak biasa.
Seperti apa itu ?? Imagine how unique it is………..
Desainer tas ini sepertinya tahu banget kebutuhan akan kenyamanan dan fleksibitas si penggunanya. Buktinya, dia menyediakan dua tali slempangan. Yang satu slempangan pendek. Satu lagi slempangan panjang. Bahan tas mempunyai kesan eksklusif dan elegan tapi jauh dari kesan glamor. Sedangkan bahan slempangan didominasi oleh kesan sportif. Tapi berkat aksesoris gasper berwarna kuning emas, slempangan ini tak hanya menyandang kesan sportif saja. Tapi juga nuansa feminine.
Body my chic chocolate bag is enough slim. Gak kedodoran. Alias gak menggembung. Tapi jangan khawatir, dia bisa menampung semua perlengkapan kerjaku. Syukur-syukur suatu saat nanti, ada laptop ukuran 12 inch yang juga merasa comfort ketika bernaung di sini.
Jadi kalo dilihat secara whole of the bag, of course ini cocok banget ama karakterku. Sesuatu yang simple, unik dan elegan.

Rabu, 04 Maret 2009

Men Without Women by Ernest Hemingway

Namanya juga Ernest Hemingway. Tulisannya singkat, padat dan jelas. Khas tulisan seorang kuli tinta, reporter alias wartawan. Sebetulnya memang dia pernah bekerja sebagai reporter di Kansas City Star selama 6 bulan. Dari pekerjaan inilah dia mulai membiasakan gaya penulisan khas Star. "Gunakan kalimat-kalimat pendek. Gunakan alinea pertama yang singkat. Gunakan bahasa Inggris yang hidup. Bersikaplah positif, jangan negatif". Sepanjang hidupnyapun dia hampir tak pernah meninggalkan gaya penulisan itu.

Pola inilah yang mempengaruhi gaya penulisan novelnya yang singkat, padat dan jelas. Jelas itu bagi seorang Ernest Hemingway dan bagi pembaca yang terbiasa dengan tulisan dia. Tapi bagi aku, aku belum terbiasa. Walaupun begitu aku mendapatkan sesuatu yang unik dari cara dia menuliskan alur cerita dalam novel-novel singkatnya.

Dalam novel-novel singkatnya aku sering dibuat berimajinasi sendiri. Dalam "Men Without Women" ia tak pernah tuntas menjelaskan keseluruhan alur cerita. Saya yakin Ernest sengaja melakukan itu. Dia menikmati gaya seperti itu. Pembaca dibuatnya penasaran lalu dipaksa, dirayu dan dibujuk untuk meliarkan imajinasinya

Apa itu Lipid?

Lipid adalah istilah lain dari lemak, minyak, lilin. Lipid yang dimaksud di sini mengacu pada senyawa organik. Lipid atau minyak di sini mengacu pada senyawa organik. Jadi bukan minyak bumi(minyak mineral). Lipid adalah golongan senyawa hidrokarbon alifatik non polar. Lipid tidak larut dalam air. Karena air bersifat polar. Jadi lipid bisa larut dalam pelarut yang bersifat non polar juga. pelarut non polar itu seperti : hexane, chloroform, dan eter.

Jumat, 13 Februari 2009

Lab Kimia

Hari ini di lab kimia. Feelingku lagi enak. ketawa ketiwi. Mas Bono kira aku baru dapet duit. Hehehe...padahal gak tuh. tapi kalo dikasih ya mau kok. I feel good aja. Gak ada sebab karena apa.
Hari ini kita (aku dan teman2 lab) bermain dengan alat ekstraksi. Maksudku seperangkat alat ekstraksi. Ada labu leher tiga, ektraktor dan sochlet kondensor. Kita hari ini belajar ekstraksi minyak dari microalgae yang namanya spirulina. Dia punya warna biru keunguan. Cakep deh. Pelarut ekstraksi yang kita pakai adalah n-heksan. Uap dari bahan kimia yang satu ini sering banget terhirup olehku. Hmmmmm....kepalaku sampe puyeng. Sebenernya aku udah tahu sih kalo si heksan ini kalo terhirup ama kita efeknya bisa sakit kepala. Tapi dasar emang akunya aja yang males ama keselamatan kerja diri sendiri. Kalo berhubungan dengan zat yang satu ini, aku jarang memakai masker. Wah...wah...emang ceroboh!

Senin, 09 Februari 2009

Belajar untuk Sabar

Aku ingin tak mudah jengah dan putus asa. Karena sebelumnya aku mudah sekali untuk itu. Tapi kali ini aku ingin “benar-benar”. Aku ingin belajar rela berhadapan dengan kecapekan, kehilangan ide, mencari-cari ide, juga hal-hal teknis yang berhubungan dengan komputer dan internet.
Selama ini aku sering setengah-setengah. Apa-apa setengah-setengah. Biasanya karena cobaan teknis entah itu dari komputer dan internet yang leletnya minta ampun. Aku juga suka mencari alasan. Aku sering berdalih, “semua ini karena aku tak punya PC”. Padahal aku masih bisa siasati itu. Aku benci dalih-dalih itu. Tapi aku sering memfokuskan pikiranku pada hal itu.
Aku belum bisa menjiwai keinginan dan tujuan dari keinginanku. Hanya dengan setengah hati aku melakukannya.
Tapi untuk kali ini, aku berharap pada diriku dan juga pada yang Menentukan Nasib, mudah-mudahan aku bisa bertahan. Tak mudah mengakhiri semuanya dengan ucapan “uhhh….capek!!!”. Aku tahu ini sulit. Karena aku terbiasa dengan pola seperti itu. Aku yakin keyakinan ini juga mudah surut. Tapi aku berharap pasang kembali. Semoga aku selalu punya harapan dan juga keinginan untuk bisa bertahan.

udah gila apa belom?

aku kesel. aku jengkel. aku pingin marah. tapi ama siapaaaaa???? mau kirim imel aja udah bikin BETE. belum lagi kalo attach file. bisa luamaaaaaaa banget. kesel tau gak! mang sapa yang bisa sabar ngadepi kayak gini. maunya tuh mukulin monitor biar gak lelet. tapi dia kan benda mati. ntar dikiranya aku gila lagi. mang sapa yang mikir itu?? komputernya??? lha katanya benda mati! gimana sih! lho kok aku marah-marah dewe.. jangan-jangan aku dah gilaaaaaaa!!!!! ooohhhhh tidaaaaaaaakkkk....

Minggu, 08 Februari 2009

Hijau Menemani Kuning

Suasana dingin begini aku menjumpai kuning. Dua kali. Biscuit roma slai olai rasa nanas adalah yang pertama. Bungkusnya kuning. Biscuit berlapis selai nanas di bagian tengahnya. “Uhh…aku suka lengketnya”. Makin terasa selainya. Pun gurihnya biscuit kelapa. Rasanya yang manis-manis gurih, aku suka. Kuning warna bungkusnya. Ceria dan menarik. Aku suka. Lalu aku minum air. Ternyata setelah kutelan, biscuit itu baru benar-benar terasa manisnya. Terlalu manis.
Aku tarik selimutku. Aku sadar, ternyata dia adalah kuning yang kedua. Selimut kotak kuning. Tepian kotaknya hijau. Hijau ingin menemani kuning. Hijau senang berteman dengan kuning. Tiap kotak kuning, bagian tepinya selalu ada hijau. Padahal kotak kuningnya sangat banyak. Terhampar di selimutku. Aku senang mereka mau berteman walau mereka berbeda warna.

Hujan Juga Air

Malam ini hujan. Tak terlalu deras sebenarnya. Tapi suara jatuhnya air ke lempengan genteng dan seng terdengar nyaring. Mengusik kantukku. Dingin di lantai. Aku belum melepas mukenah yang kupakai shalat isya' barusan.
Di depanku sebuah botol bekas pocari sweat. Tapi berisi air putih. Kira-kira sudah seminggu ini kugunakan botol ini untuk alat minumku. Tadinya gelas. Gelas dengan daun telinga untuk pegangan. Tapi aku rasa ribet dan harus aku cuci tiap kali aku hendak minum. Supaya bersih. Tak ada debu. Beda dengan botol ini. Dia memiliki tutup. Tiap kali ingin minum aku cukup buka tutupnya, menuangkannya ke rongga mulut dan menutupnya kembali begitu selesai minum. Minumku tak banyak. Malah terbilang sedikit. Tak heran kalo aku kadang-kadang dehidrasi dan panas dalam.
Di luar masih saja hujan. Rintihannya lebih lembut. Bagai musik pengantar tidur. Lembut nan hidup. Membuat siapapun terlelap. Kecuali aku. Karena aku sedang ingin menuliskan tentang hujan.
Botol pocari sweat di depanku masih. Tak bergerak sama sekali. Tak berpindah tempat. Aku lantas ingat, ini benda mati. Tapi, dari tadi dia mengamati aku. Aku membicarakannya. Tapi bukan sesuatu yang buruk. Hanya air. Air yang diam. Tergenang dan termenung. Pancaran kehidupan tak ada. Maksudku tak menonjol. Seperti halnya hujan.

Natalie Goldberg

Membaca tulisan Natalie Goldberg ibarat meneguk air dingin dalam botol ukuran sedang setelah beberapa menit kehausan. Membacanya menyegarkan kembali semangatku. memperbarui moodku dan memberi energi besar pada tanganku untuk terus berlatih menulis. Yang paling penting adalah berani percaya dengan pikiran sendiri.
Kuteguk air dari botol itu lagi. Kubaca lagi tulisan Natalie. Hebat!!! sensasi kesegarannya sama. Membuatku semangat dan makin bergairah.

Rabu, 04 Februari 2009

tanpa judul

kita terjebak kemacetan. lelaaaaah. capeeekkk...kita lihat kesemrawutan. lalu kita datang ke toko buku. di sana banyak terpajang buku-buku tentang cerita kesuksesan seseorang. lalu kita berkata "ah! itu semua cuma teori saja. bla bla bla bla bla".
aku sering alami hal seperti ini. tapi aku ingat lagi. mereka para penulis buku juga sering mengalami kesulitan sama seperti yang kita alami

menunggu kantuk

saat kau ingin tidur dan kau benar-benar mengantuk adalah saat yang paling menyenangkan. kenapa? karena bisa saja kau ingin tidur tapi sama sekali tidak mengantuk. pasti benar-benar menyesakkan. bosan menunggu. sampai akhirnya tanpa sadar kita akhirnya tertidur pulas.

Selasa, 03 Februari 2009

kita adalah penulis

torehkanlah sesuatu, maka kau jadi penulis. kita semua adalah penulis. penulis sejarah. dari masing-masing diri kita. abadikan sejarahmu agar anak cucumu tahu dirimu. tak hanya tahu tapi juga kenal. tak hanya kenal tapi juga dekat. seolah kau hidup di masa mereka. masa yang akan datang. yang pastinya kau sudah mati. aku yakin kau saat itu pasti sudah mati. karena umur manusia tak panjang. kecuali orang-orang pilihan.

Surga Taman Baca

Aku penulis
Dengan goresan pena
Kutuliskan sesuatu
Apapun itu

Aku seorang penulis
Resah dengan sekelilingku
Membuatku tak berarti apa-apa
Hanya menuliskannya

Aku melihat mereka
Bahagia, berkumpul di suatu taman
Di sebuah kampong kota
Mereka girang sekali
Hiburan gratis yang jadi impian
Mereka nikmati kali ini

Aku melihat mereka
Tak hanya bocah
Tapi juga ibu-ibu muda
Juga seorang ibu dengan cucunya

Aku melihat mereka
Di sana, iya di sana
Sebuah taman surga
Zhaffa namanya

Pengamen

sang pengamen menyanyi ikuti suara hati
sang pengamen berdendang ikuti alunan gitar
sang pengamen menyanyi dan terus menyanyi
tak berharap banyak meskipun perut lapar

menyanyi dan teruslah menyanyi
karna ada sedikit harap
sang pengamen sodorkan kantongnya
bekas bungkus permen kopi
yang dipungutnya dari tempat terbuang
satu persatu penumpang diurutnya
berharap sekeping uang
selembar uang jika ada yang berkenan

namun, kadang tak sekeping uang pun
tak selembar uang pun
yang jatuh ke kantongnya
untuk sebungkus nasi

tapi dia bisa bertahan hidup
dengan cara bagaimanakah
aku sendiri juga tak tahu
tapi aku ingin tahu